+6281 1127 8182

Bagi pengusaha kuliner yang baru ingin memulai usaha, salah satu fondasi penting yang sering dilewatkan adalah memahami contoh 5W 1H kuliner. Pendekatan ini sangat membantu dalam menyusun konsep usaha, memperjelas karakter produk, menentukan target pasar, membangun dasar branding dan pemasaran, serta mengurangi risiko bisnis yang berjalan tanpa arah. Berikut penjelasan mendalam tentang What, Who, Where, When, Why, dan How dalam bisnis kuliner, dilengkapi contoh yang bisa langsung diterapkan.

Baca juga : Contoh Marketing Mix Produk Makanan, Intip Buat Refrensi! 

CONTOH 5W 1H Kuliner yang Harus Diperhatikan sebelum Memulai Usaha!

1. WHAT – Apa yang Akan Kamu Jual?

box ayam geprek

Pertanyaan pertama ini menjadi pondasi utama. Sebelum memikirkan nama brand atau desain kemasan, Anda perlu memahami apa sebenarnya produk yang ingin dijual. Dengan menjawab “What”, Anda tidak hanya menentukan menu, tetapi juga karakter dari bisnis yang sedang dirintis.

Pertanyaan untuk WHAT
– Apa makanan yang ingin dijual?
– Apa ciri khasnya?
– Apa pembeda dari kompetitor?
– Apakah ada menu andalan?

Contoh: Produk saya adalah Ayam Geprek Sambal Matah dengan cita rasa segar dan pedas wangi, menggunakan ayam fillet, dan sambalnya dibuat fresh tanpa minyak berlebihan. Dengan penjelasan ini, calon pelanggan langsung memahami produk, kelebihan, dan apa yang membedakannya.

Baca juga : 20 Ide Usaha Kuliner yang Menjanjikan! 

2. WHO – Siapa yang Akan Membeli?

Setelah mengetahui apa yang ingin dijual, langkah selanjutnya adalah memahami siapa yang akan membeli produk tersebut. Tanpa target pasar yang jelas, pemasaran akan terasa lebih sulit dan biaya promosi bisa menjadi tidak efektif. Jadi, jika mahami “Who” membuat Anda lebih mudah menentukan rasa, harga, gaya komunikasi, hingga jenis kemasan yang paling cocok. Dengan mengetahui siapa pembeli Anda, proses branding menjadi lebih tepat sasaran.

Beberape pertanyaan untuk WHO
– Siapa calon pembeli utamanya?
– Usianya berapa?
– Kebiasaannya seperti apa?
– Berapa pengeluaran mereka untuk jajan?
– Apa kebutuhan mereka?

Contoh: Target saya adalah mahasiswa usia 18–24 tahun yang suka makanan pedas, sering pesan online, dan mencari harga terjangkau. Dari sini kita tahu bahwa harga harus ramah kantong, promosi cocok di TikTok/IG, dan bisnis harus masuk aplikasi ojek online.

3. WHERE – Di mana Usaha Dijalankan?

Lokasi penjualan sangat berpengaruh pada strategi bisnis. Menjawab “Where” tidak hanya soal tempat fisik, tetapi juga platform penjualan. Di era digital, menjual secara online bahkan bisa lebih menguntungkan daripada membuka toko. Selain itu, memahami lokasi sasaran juga membantu menentukan jenis pengemasan yang tepat. Kemasan untuk dijual di minimarket, di pasar tradisional, atau di online marketplace tentu berbeda.

Pertanyaan untuk WHERE 
– Lokasi usahanya di mana?
– Cocok dine-in, take-away, atau online only?
– Bagaimana kondisi area sekitarnya?
– Apakah mudah dijangkau kurir?

Contoh: Usaha dijalankan di dekat area kampus dan fokus pada penjualan online lewat aplikasi ojek online. Artinya menu harus praktis, cepat, dan mudah dikirim.

Baca juga : Jajanan Malam Hari Favorit, Bisa untuk Ide Jualan! 

4. WHEN – Kapan Bisnis Beroperasi?

Waktu operasional sangat berpengaruh pada penjualan. Setiap jenis bisnis dan lokasi punya jam ramai berbeda. Salah memilih jam buka bisa membuat produk enak pun sulit terjual.

Pertanyaan untuk WHEN
– Jam berapa pasar paling ramai?
– Hari apa saja buka?
– Cocok buka pagi, siang, atau malam?
– Bisnis bersifat harian atau musiman?

Contoh: Jam operasional mulai 10.00–22.00, mengikuti jam kuliah dan kebiasaan jajan malam mahasiswa. Jam ini sudah sejalan dengan target pasar sebelumnya.

5. WHY – Mengapa Orang Harus Membeli Produkmu?

Hal ini bertujuan menjelaskan alasan kuat yang membuat pelanggan memilih produkmu dibanding kompetitor. Inilah fondasi untuk promosi, konten media sosial, hingga strategi branding.

Beberapa pertanyaan untuk WHY
– Apa nilai tambahnya?
– Apa keunikan rasanya?
– Apa keunggulan bahan bakunya?
– Bagaimana harganya dibanding kompetitor?
– Apakah ada cerita menarik di balik produk?

Contoh: Menggunakan ayam fillet premium, sambal dibuat fresh setiap hari, harga tetap terjangkau, dan porsi lebih besar dari kompetitor. Alasan seperti ini mendorong pelanggan untuk percaya dan kembali membeli.

6. HOW – Bagaimana Cara Menjalankan Usahanya?

Inilah bagian operasional yang menjelaskan cara bisnis berjalan dari proses produksi sampai penjualan. Semakin jelas HOW-nya, semakin mudah menjaga kualitas dan konsistensi, terutama saat nanti menambah karyawan.

Pertanyaan untuk HOW – Bagaimana proses memasak?
– Bagaimana alur belanja bahan baku?
– Bagaimana menjaga rasa tetap konsisten?
– Bagaimana memilih kemasan makanan yang tepat?
– Bagaimana strategi promosi?

Contoh: Produksi dilakukan setiap pagi, sambal dibuat fresh per batch, ayam digoreng setelah ada pesanan untuk menjaga kerenyahan, dan produk dikemas menggunakan kemasan food grade yang aman untuk pengiriman online. Promosi fokus ke TikTok dan Instagram.

Baca juga : 12 Tips Memulai Bisnis Kuliner dari Nol! 

Contoh Penerapan 5W 1H Lengkap untuk Pengusaha Kuliner Pemula

Nama Usaha: Geprek Matah Mahasiswa

  • What:
    Ayam geprek dengan sambal matah segar, menggunakan ayam fillet premium.

  • Who:
    Mahasiswa usia 18–24 tahun yang suka pedas dan sering pesan via aplikasi ojek online.

  • Where:
    Dekat kampus + tersedia di GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

  • When:
    Buka pukul 10.00–22.00, sesuai jam kuliah dan kebiasaan jajan malam.

  • Why:
    Rasa fresh, harga terjangkau, porsi besar, dan banyak pilihan level pedas.

  • How:
    Produksi harian, sambal fresh, ayam digoreng saat order datang, promosi lewat konten TikTok dan IG Reels.

Baca juga : Jual Kotak Makanan Food Grade Tebal, Gratis Desain! 

Itulah contoh penerapan 5W 1H dalam bisnis kuliner yang bisa kamu gunakan sebagai fondasi saat membangun usaha. Dengan memahami setiap unsurnya, langkah-langkah dalam merancang konsep, menentukan target pasar, hingga menyiapkan operasional akan terasa jauh lebih terarah. Semoga panduan ini membantu perjalanan bisnismu menjadi lebih matang dan siap bersaing!

 

×