Table of Contents
Toggle10 Ide Franchise Makanan Terlaris, Pasti Banyak Peminat!
1. Ayam Geprek

Ayam geprek merupakan menu makanan berat yang sangat mudah distandarkan dan dikategorikan sebagai franchise makanan terlaris. Karakteristik menu ini terletak pada proses produksi yang sederhana, bahan baku mudah didapat, serta rasa yang konsisten di berbagai lokasi. Keunikan ayam geprek ada pada fleksibilitas sambal dan topping, sehingga brand dapat terus berinovasi tanpa mengubah konsep utama.
Target market menu ini sangat luas, mencakup pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga muda. Dari sisi pengusaha, ayam geprek cocok untuk pemula hingga level menengah yang ingin membangun franchise dengan pertumbuhan cepat.
Varian menunya beragam, mulai dari ayam geprek original, sambal bawang, sambal matah, sambal keju, hingga level pedas bertingkat yang bisa disesuaikan dengan selera pasar.
Estimasi modal awal untuk membangun franchise ayam geprek berkisar antara Rp25–50 juta.
2. Fried Chicken
Fried chicken lokal merupakan menu makanan berat dengan tingkat penerimaan pasar yang sangat luas dan mudah dikembangkan menjadi franchise. Karakteristik menu ini terletak pada sistem produksi yang bisa distandarkan dengan baik, mulai dari marinasi, tepung, hingga teknik penggorengan.
Keunikan fried chicken lokal ada pada kemampuannya bersaing dengan brand besar melalui harga yang lebih terjangkau dan cita rasa yang disesuaikan dengan lidah lokal.
Target market-nya mencakup anak-anak, remaja, keluarga, hingga pembeli take away harian. Menu ini cocok untuk pengusaha pemula hingga menengah yang ingin membangun franchise dengan skala besar.
Varian menu biasanya mencakup ayam crispy original, ayam pedas, ayam saus keju, hingga paket hemat dengan nasi.
3. Rice Bowl
Rice bowl adalah menu praktis yang sangat ideal untuk konsep franchise modern. Karakteristik rice bowl terletak pada porsi yang konsisten, proses penyajian cepat, dan kebutuhan dapur yang relatif ringkas. Keunikannya ada pada fleksibilitas topping dan saus sehingga mudah menyesuaikan tren.
Target market utama rice bowl adalah pekerja kantoran, mahasiswa, dan pembeli delivery. Varian menunya beragam seperti ayam teriyaki, ayam sambal matah, beef yakiniku, hingga rice bowl telur dan saus kekinian.
Menu ini cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise dengan konsep outlet kecil atau berbasis online. Estimasi modal awal franchise rice bowl berkisar Rp25–45 juta.
Contoh brand yang berkembang di kategori ini antara lain Mangkokku dan Ricebox.
4. Dimsum

Dimsum merupakan menu fleksibel yang bisa dijual sebagai camilan maupun makanan utama. Karakteristik dimsum ada pada sistem produksi yang bisa dipusatkan dan disalurkan ke mitra, sehingga memudahkan standarisasi rasa. Keunikan menu ini terletak pada daya tarik visual dan kemudahan inovasi saus.
Target market dimsum cukup luas, mulai dari anak muda hingga keluarga. Menu ini cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise dengan konsep booth atau take away. Varian yang umum antara lain siomay, hakau, lumpia udang, dimsum ayam, hingga dimsum mentai.
Estimasi modal awal franchise dimsum berada di kisaran Rp30–60 juta. Contoh brand dimsum yang sukses antara lain Dimsum Bites dan Dimsum 9 Ayam.
Baca juga : 11 Jajanan Malam Hari Favorit, Bisa Jadi Ide Jualan!
5. Seblak
Seblak adalah menu khas dengan karakter rasa kuat yang sangat digemari pasar muda. Karakteristik seblak terletak pada bahan baku yang murah dan proses memasak yang relatif sederhana. Keunikannya ada pada cita rasa pedas gurih dan kedekatan dengan tren kuliner viral.
Target market utama seblak adalah pelajar, mahasiswa, dan pecinta makanan pedas. Varian menu seblak biasanya mencakup seblak original, seblak ceker, seblak seafood, hingga seblak level pedas
Menu ini cocok untuk pengusaha pemula yang ingin membangun franchise dengan modal terjangkau. Estimasi modal awal franchise seblak berkisar Rp15–30 juta. Contoh brand seblak yang dikenal antara lain Seblak Jeletet.
6. Mie Ayam
Mie ayam merupakan menu makanan harian dengan tingkat repeat order tinggi dan pasar yang stabil. Karakteristik mie ayam terletak pada kesederhanaan bahan dan konsistensi rasa. Keunikan menu ini adalah loyalitas pelanggan yang kuat.
Target market-nya mencakup semua usia. Mie ayam cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise jangka panjang. Varian menu meliputi mie ayam original, mie ayam bakso, mie ayam pangsit, hingga mie ayam pedas.
Estimasi modal awal franchise mie ayam berkisar Rp25–50 juta. Contoh brand mie ayam yang berkembang antara lain Mie Gacoan (adaptasi modern) dan Mie Ayam Tumini.
7. Bakso
Bakso adalah menu legendaris yang selalu relevan di berbagai kondisi pasar. Keunikannya terletak pada basis pelanggan yang loyal. Target market bakso sangat luas, dari anak-anak hingga dewasa. Menu ini cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise dengan daya tahan bisnis tinggi.
Varian menu bakso meliputi bakso urat, bakso telur, bakso keju, hingga bakso jumbo. Karakteristik bakso ada pada produksi yang bisa dipusatkan sehingga memudahkan standarisasi
Estimasi modal awal franchise bakso berkisar Rp30–60 juta. Contoh brand bakso terkenal antara lain Bakso Lapangan Tembak Senayan.
8. Minuman Segar Kekinian

Minuman segar kekinian merupakan menu dengan repeat order tinggi dan mudah dikembangkan menjadi franchise. Karakteristik menu ini adalah proses produksi cepat dan bahan baku mudah disimpan. Keunikannya ada pada inovasi rasa dan tampilan.
Target market utamanya anak muda dan keluarga. Menu ini cocok untuk pengusaha pemula hingga menengah. Varian menu meliputi es teh jumbo, thai tea, milk tea, hingga minuman buah
Estimasi modal awal franchise minuman kekinian berkisar Rp15–40 juta. Contoh brand yang sukses antara lain Es Teh Indonesia dan Haus!.
Baca juga : 15 Ide Jualan Minuman Paling Laris, Banyak Peminat!
9. Snack & Jajanan Kekinian

Snack dan jajanan kekinian seperti cireng, sosis bakar, cimol, tahu crispy, dan kentang goreng sangat cocok untuk konsep franchise booth. Karakteristik menu frinches makanan terlaris ini ada pada proses masak yang cepat dan harga jual terjangkau. Keunikannya terletak pada impulse buying yang tinggi.
Target market-nya anak-anak, remaja, dan pembeli spontan. Menu ini cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise dengan skala kecil.
Estimasi modal awal berada di kisaran Rp10–25 juta. Contoh brand jajanan kekinian antara lain cimol bojot aa, Tahu Go dan Nyoklat Kress. Varian menu meliputi es teh jumbo, thai tea, milk tea, hingga minuman buah.
10. Dessert & Roti
Dessert dan roti merupakan menu pendamping yang kuat untuk brand franchise modern. Varian menu meliputi roti bakar, dessert box, waffle, dan cake potong. Karakteristik menu ini terletak pada visual yang menarik dan fleksibilitas topping. Keunikannya ada pada potensi branding yang kuat.
Target market utama anak muda dan keluarga. Menu ini cocok untuk pengusaha yang ingin membangun franchise berbasis brand. Estimasi modal awal franchise dessert dan roti berkisar Rp20–50 juta.
Contoh brand di kategori ini antara lain Roti Bakar Eddy dan Bittersweet by Najla.
Baca juga : Contoh Kemasan Makanan Kertas yang Ramah Lingkungan!
Contoh Perhitungan BEP Franchise Makanan
Studi Kasus: Ayam Geprek
Misalnya kamu membangun brand ayam geprek dan ingin mempersiapkan sistem franchise.
Modal Awal (Investasi Awal)
Total estimasi modal awal: Rp40.000.000, digunakan untuk:
Peralatan dapur & booth: Rp20.000.000
Branding (logo, desain, kemasan): Rp7.000.000
Penyusunan SOP & resep: Rp5.000.000
Bahan baku awal & uji coba: Rp5.000.000
Biaya lain-lain: Rp3.000.000
Total modal awal: Rp40 juta
Biaya Operasional Bulanan
Bahan baku: Rp12.000.000
Gaji karyawan (1–2 orang): Rp4.000.000
Sewa tempat / kontribusi lokasi: Rp3.000.000
Listrik, gas, air, dll: Rp1.000.000
Total biaya bulanan: Rp20.000.000
Penjualan per Bulan
Harga jual rata-rata per porsi: Rp18.000
Penjualan rata-rata: 50 porsi per hari
Omzet harian: 50 × Rp18.000 = Rp900.000
Omzet bulanan (30 hari): Rp27.000.000
Laba Bersih Bulanan
Omzet bulanan: Rp27.000.000
Dikurangi biaya operasional: Rp20.000.000
Laba bersih: Rp7.000.000 per bulan
Perhitungan BEP
Modal awal: Rp40.000.000
Laba bersih per bulan: Rp7.000.000
BEP = Rp40.000.000 ÷ Rp7.000.000 ≈ 6 bulan
Dengan asumsi penjualan stabil, bisnis ayam geprek ini berpotensi balik modal (BEP) dalam waktu ±6 bulan. Setelah BEP tercapai, keuntungan bisa difokuskan untuk pengembangan sistem franchise, seperti pembukaan cabang baru atau perekrutan mitra
- Contoh Marketing Mix Produk Makanan, Intip Buat Refrensi!
- 20 Menu Bazar Paling Laris, Intip buat refrensi!